Berita

Apakah Benar KPK Terkena Sindrom Amnesia?

KatoKito.com – Banyaknya kasus dugaan Korupsi yang harus ditangani oleh KPK, yang tak kalah besar serta serius dari permasalahan kasus e-KTP yang saat ini menyangkut Setya Novanto. Entah mengapa belum disentuh oleh KPK.

Karena itu, pandangan saya belum saatnya memberikan applaus atau tepuk tangan kepada KPK karena permasalahan kasus e-KTP. Bahkan barangkali sebaliknya masih memerlukan untuk dikritisi mengenai adanya kasus-kasus yang mulai mengundang ketidakpercayaan masyarakat, kenapa dengan KPK belum menyentuhnya dan berlagak lupa, padahal tidak ada laporan KPK yang terkena sindrom amnesia.

Jelas kita khawatir, rumor yang beredar, bahwa: “LUPA ITU ADA HARGANYA”, Kita tidak tahu dibagian mana di KPK yang terkena sindrom amnesia sampai-sampai KPK lupa.

Padahal kasus tersebut sudah lumayan lama, bahkan telah ber-ulang tahun, namun kok tidak terdengar lagi kelanjutannya. Kasus-kasus tersebut sebahagian pelakunya sudah disidangkan dan dijatuhi hukuman namun ada pun yang baru sekedar hasil pemeriksaan BPK dan laporan masyarakat.

Kasus yang telah disidangkan misalnya permasalahan yang dihadapi Angelina Sondakh  tiba-tiba yang menyangkut seorang anggota panitia anggaran IWK hilang begitu saja, pada urusan selain itu di dalam dakwaan juga sejak semula seperti setrikaan diperiksa mondar-mandir ke KPK. Tiba-tiba lenyap dan senyap – hilang begitu saja.

Yang memahami hukum pun mengatakan: ini lagu lama, bermain di atas waktu, supaya masyarakat lupa!

Kasus lain, misalnya kasus yang menyangkut saudara Suryadharma Ali, Mantan Menteri Agama, di mana dalam vonis kasusnya jelas adanya 2 (dua) nama yang sebut di amar putusan – tidak hanya dalam dakwaan – yang telah menikmati keuntungan sebab menyalahgunakan jabatannya. Namun, herannya dalam kasus ini KPK seperti terkena sindrom amnesia atau lupa untuk melanjutkan proses hukum terhadap kedua orang dimaksud. Nah, ataukah ini barangkali KPK butuh diingatkan dengan gugatan kepengadilan supaya KPK tidak lupa dan melanjutkan kasusnya?

Sementara untuk kasus dugaan korupsi yang telah dilengkapi dengan audit BPK yang terjadi pada masa Gubernur DKI yang lalu, KPK pun masih tak mau menyentuhnya. Di sana ada permasalahan dana CSR, ada kasus RS Sumber-Waras, ada kasus Taman BMW, ada juga Kasus Bus Trans-Jakarta, dan ada kasus yang berkaitan dengan Perda Reklamasi dan ijin Reklamasi, serta yang terakhir ialah tentang pelaksanaan pembangunan Puskesmas serta hasil temuan BPK. Semua tersebut masih belum ada kejelasan dari KPK sampai sekarang.

Bayangkan semua tersebut baru kasus yang menyangkut dugaan korupsi Gubernur DKI Jakarta yang lalu. Lalu bagaimana dengan kasus hukum yang menyangkut beberapa Gubernur Daerah lain yang terlibat kasus Korupsi – termasuk semua* Bupati?

Alhasil, semoga saja KPK tidak berkepanjangan sindrom amnesia. Cukuplah sampai hilang laptop saja penyidiknya, tapi diharapkan jangan sebut hilangnya laptop sama dengan hilangnya barang bukti ya?

Kata teman-teman saya, untung saja baru laptop yang hilang, bukan kabinet yang berisi barang bukti yang hilang. Di sinilah saya berharap dari sekian banyak kasus dugaan korupsi tersebut jangan sampai dintyatakan tidak perlu diganggu.

Semoga dan ditunggu aksinya nyatamu KPK. Jangan sampai ikut terkena sindrom amnesia?

Muhammad Subarkah

Berita Terpopuler

Katokito adalah portal yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman. Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sepekan, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara.

Copyright © 2018 katokito.

To Top