Loading...
Berita

BI: inflasi Jambi di bulan Ramadhan terjaga


Jambi (ANTARA) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi menyatakan inflasi Jambi di bulan Ramadhan 1440 H tetap terjaga atau secara total mengalami inflasi sebesar 0,50 persen (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi 2,89 persen (yoy).

Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi, A. Pandu Wirawan dalam keterangan pers yang diterima Antara, Rabu, mengatakan pada Mei 2019 perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Jambi mengalami inflasi 0,38 persen (mtm).

Sejalan dengan Kota Jambi, Kabupaten Bungo juga tercatat inflasi sebesar 1,60 persen (mtm). Sehingga secara total, Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,50 persen (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi 2,89 persen (yoy).

Perkembangan inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan April 2019 yang tercatat inflasi sebesar 0,60 persen (mtm). Secara tahun kalender (Januari-Mei), laju inflasi Provinsi Jambi tercatat inflasi sebesar 0,72 persen (ytd).

Pandu menjelaskan, inflasi Provinsi Jambi pada Mei 2019 terutama didorong oleh kelompok bahan makanan menyusul tingginya permintaan pada periode Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1440 H. Meningkatnya pendapatan masyarakat melalui THR juga mendorong konsumsi barang-barang dari kelompok inti.

Namun demikian, kelompok administered price mengalami deflasi pada periode laporan menyusul kebijakan pemerintah untuk menurunkan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat sehingga mampu menekan laju inflasi kelompok ini. Namun komoditas angkutan darat tetap mengalami kenaikan seiring dengan tingginya permintaan menjelang Idul Fitri.

Terkait inflasi di Kota Jambi, komoditas penyumbang inflasi terbesar pada Mei 2019 adalah cabai merah (inflasi 19,75 persen mtm dengan andil 0,14 persen), bawang putih (inflasi 27,05 persen mtm dengan andil 0,09 persen), daging ayam ras (inflasi 4,93 persen mtm dengan andil 0,06 persen) dan angkutan antar kota (inflasi 8,87 persen mtm dengan andil 0,05 persen).

Meningkatnya harga komoditas bumbu-bumbuan kata Pandu disebabkan mulai berkurangnya pasokan pascaberakhirnya masa panen raya di beberapa daerah sentra produksi cabai merah terutama di Pulau Jawa.

Selanjutnya tingginya harga bawang putih menyusul terjadinya kelangkaan pasokan pascaterhambatnya izin impor dan membutuhkan beberapa waktu hingga didistribusikan ke daerah Jambi.

Sementara untuk daging ayam ras, kenaikan harga disebabkan tingginya permintaan. Selanjutnya penurunan tarif angkutan udara disebabkan oleh penyesuaian Tarif Batas Atas (TBA) maskapai penerbangan yang diturunkan sebesar 12-16 persen sesuai rute penerbangan.

Di sisi lain, komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Bungo adalah jeruk (inflasi 45,05 persen mtm dengan andil 0,30 persen), cabe merah (inflasi 27,55 persen mtm dengan andil 0,19 persen), jengkol (inflasi 43,54 persen mtm dengan andil 0,18 persen) dan ikan nila (inflasi 12,22 persen mtm dengan andil 0,17 persen).

Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, laju inflasi Juni 2019 kata Pandu diperkirakan berada pada kisaran 0,23 -0,63 persen (mtm).

Sumber tekanan inflasi terutama masih berasal dari komoditas bahan pangan disebabkan masih terbatasnya pasokan sesuai pola musimannya serta tingginya permintaan pada periode Idul Fitri.

Selain itu, tarif angkutan udara khususnya kategori Low Cost Carrier (LCC) juga terpantau mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.***





Sumber

Loading...

Berita Terpopuler

Katokito adalah portal yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman. Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sepekan, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara.

Copyright © 2019 katokito.

To Top