Berita

Cawako Jambi SY. Fasha Dinobatkan Sebagai Salah Satu Visioner Leader di Indonesia

KatoKito.com  – Masa cuti kampanye sepertinya tidak menghilangkan nama besar seorang DR. H. Syarif Fasha, ME. Walaupun saat ini non aktif sebagai Wali Kota Jambi karena mengikuti ajang Pilwako, Fasha tetap dinobatkan sebagai salah seorang Indonesia Visionary Leader (Pemimpin Visioner di Indonesia).

Bertempat di The Westin Jakarta, Selasa siang (27/3), Syarif Fasha dianugerahi sebagai Indonesia Visionary Leader (IVL) dengan kategori Best in Partnership and Networking Building oleh salah satu jaringan media nasional terbesar di Indonesia, MNC Media.

Fasha menjadi 20 orang Pemimpin Visioner di Indonesia, bersama dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Gubernur NTB TGB Zainul Majdi. Selain itu juga turut dianugerahi IVL beberapa kepala daerah di Indonesia yang juga sebagai peserta kontestasi Pilkada serentak tahun ini seperti Wali Kota non aktif Ridwan Kamil (Kota Bandung), Arya Bima Sugiarto (Kota Bogor), Moh. Ramdhan Pomanto (Kota Makassar), Mahyeldi (Kota Padang), H. Firdaus (Kota Pekanbaru) serta Emil Dardak (Bupati Trenggalek).

Sebagaimana diketahui, ajang IVL menekankan penilaian kepada personal leader (kepemimpinan personal). Penilaian ditujukan kepada kualitas pribadi pemimpin (Personal Qualities of Leaders).
Wali Kota Jambi non aktif Syarif Fasha telah mengikuti sejumlah penilaian termasuk melakukan ekspos dihadapan para pakar beberapa waktu lalu di Jakarta.

Pada ajang tersebut, Fasha dinilai memenuhi kriteria sebagai pemipin visioner. Fasha dinilai mampu menciptakan visi tentang masa depan Kota Jambi yang lebih maju, mampu mewujudkan visi kedalam berbagai program yang efektif, dan membangun struktur kelembagaan yang mumpuni, serta mengkombinasikan visi dengan berbagai inovasi jitu.

Oleh karena itu tidak salah Fasha di nobatkan sebagai Best in Partnership and Networking Building pada ajang IVL tersebut. Anugerah IVL tahun 2018 tersebut diserahkan langsung oleh Anwar Sanusi P.h.D, Sekjen Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mewakili Menteri Eko Putro Sandjojo.

Acara seremoni tersebut juga dirangkai dengan Table Forum “The Power Collaboration” yang dipandu oleh presenter iNews Maria Natalina. Mengangkat tema “Sinergi BUMN, Swasta dan Pemerintah Daerah”, forum diskusi tersebut mengupas sinergi visi pembangunan antara BUMN, Swasta dan Pemda.

Secara bergantian jajaran Direksi BUMN, Kepala Daerah dan swasta memaparkan pokok pikiran strategis mereka dalam menatap visi pembangunan Indonesia dan daerah. Indonesia Visionary Leader (IVL) adalah tradisi baru yang ingin dibangun oleh jaringan media, untuk melihat visi kepemimpinan kepala daerah terbaik di Indonesia.

Media sebagai fasilitator dalam menguji kompetensi para pemimpin daerah. Ajang ini dibuat untuk mengukur dan menguji kekuatan visi para pemimpin daerah, sekaligus menggali strategi pemimpin daerah dalam merumuskan, mengkomunikasikan, mengimplementasikan sekaligus membudayakan visi di wilayah kepemimpinannya.

Kepada sejumlah wartawan usai penganugerahan tersebut, Fasha mengatakan, ajang IVL merupakan ajang bergengsi dan strategis bagi kepala daerah di Indonesia.

“Ajang IVL ini merupakan ajang yang memberikan motivasi bagi kepala daerah untuk bekerja lebih baik. Adanya IVL ini menjadi indikator penilaian dan tolak ukur bagi kepala daerah dalam kepemimpinannya. IVL menjaring pemimpin di daerah yang memiliki visi untuk memajukan daerah, namun dihadapkan dengan berbagai keterbatasan. Kemampuan pemerintah pusat untuk membantu daerah terbatas. Oleh karena itu, daerah harus berinovasi,” sebut Fasha.

Ia menambahkan, tidak semua pemimpin berjiwa visioner. Butuh dukungan dari berbagai pihak untuk wujudkan pemerintahan yang dirasa manfaatnya bagi masyarakat.

“Inovasi harus dilakukan oleh pemimpin yang visioner. Jika hanya sekedar berharap menjadi pemimpin yang hanya ingin dapat jabatan, dapat kendaraan dinas berpelat nomor 1 itu bukan pemimpin dan sekarang bukan jamannya lagi. Kemajuan pembangunan dan apresiasi masyarakat, senantiasa jadi motivasi dan cambuk bagi kami untuk berbuat lebih baik lagi. Dan keberhasilan pembangunan itu bukan karena seorang pemimpinnya saja, namun didukung oleh tim yang hebat serta keterlibatan segenap masyarakat,” terang Fasha.

Tokoh Jambi segudang prestasi dan inovasi itu mengatakan prestasi yang diraihnya dalam ajang IVL itu merepresentasikan masyarakat Kota Jambi, oleh karenanya penghargaan tersebut patutlah dipersembahkan untuk segenap warga masyarakat Kota Jambi.

“Penghargaan ini patutlah kami persembahkan untuk segenap masyarakat Kota Jambi,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, ada tidaknya penghargaan tidaklah membuat dirinya berpuas diri, karena penghargaan bukanlah tujuan dari sebuah pengabdian.

“Penghargaan bukanlah menjadi tujuan dari sebuah pengabdian, ada tidaknya penghargaan, kami akan tetap terus bekerja, berkarya untuk Kota Jambi tercinta,” tutupnya. [imcnews.id]

 

Berita Terpopuler

Katokito adalah portal yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman. Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sepekan, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara.

Copyright © 2018 katokito.

To Top