Berita

Cegah Alzier Cs Ngantor, Satgas AMPG Jaga Ketat Kantor Golkar

KatoKito.com – Kantor DPD Golkar Lampung diamankan pasukan Satuan Tugas (Satgas) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Hal ini guna menjaga agar tidak masuk dan berkantornya kembali semua pengurus DPD Partai Golkar Lampung versi Alzier Dianis Thabranie.

Dari informasi yang didapat, kantor DPD Partai Golkar Lampung tersebut mulai diamankan Satgas AMPG secara bergantian, siang enam orang dan malam enam orang.

“Semua kunci ruang rapat diamankan. Dan pengurus Partai Golkar Lampung versi Alzier dilarang masuk dan rapat disana,” keterangan sumber di Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar Lampung, di Jl. KH. Ahmad Dahlan, Pahoman, Telukbetung, Bandarlampung, Rabu (22/11/2017).

Terkait penjagaan tersebut, Sekretaris DPD Partai Golkar Lampung, Supriadi Hamzah menyangkal jika hal itu dillakukan untuk mencegah kubu Alzier cs bekantor. Menurutnya, semua dilaksanakan dalam rangka konsolidasi AMPG seluruh Lampung dan sterilisasi jelang pemilihan gubernur dan legislative mendatang.

“Situasi Partai Golkar Lampung kondusif. Banyak agenda strategis yang akan kita rumuskan jelang Pilgub dan Pileg jadi ya mesti dijaga. Junaidi selaku Ketua AMPG menjalankan perintah DPP untuk menugaskan satuannya di Badan Pengawas Suara (BPS) yang perlu dijaga minimal 10 orang,” kata Supriyadi.

Dia membantah jika ruangan di kantor DPD sengaja dikunci. “Ruangan tersebut kan telah ada yang menempati masing-masing, jadi kalau pas enggak orangnya ya dikuncilah,” kilahnya.

Supriyadi membantah telah terjadi dualisme di tubuh Golkar Lampung dan mengaku Golkar Lampung tetap solid dibawah kepemimpinan Arinal Djunaidi.

“Sesuai SK No. 249/DPP/Golkar/IX/2017 tanggal 6 September 2017 yang ditandatangani Setnov dan Idrus Marham sebagai Sekretaris Jenderal DPP PG. Bahwa Ketua Partai Golkar Lampung ialah Arinal Djunaidi. Jika mereka (Alzier cs) ingin datang silahkan saja,” kata Supriyadi.

Seperti diketahui, pascapenangkapakan Ketua Umum Golkar, Setya Novanto oleh KPK terkait korupsi E-KTP, gejolak ditubuh partai berlambang pohon beringin tersebut merembet sampai ke daerah. Di Lampung, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Lampung, Alzier Dianis Thabranie dengan kelompok pendukungnya mendatangi dan kembali berkantor di DPD Partai Golkar Lampung sejak Senin (20/11/2017).

Mereka melangsungkan rapat perdana dengan kegiatan konsolidasi di ruang rapat utama DPD Golkar Lampung.

“Mulai hari ini dan seterusnya kami bakal berkantor dan menjalankan roda organisasi DPD Partai Golkar Lampung seraya menantikan jadwal Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) DPP Partai Golkar untuk mengganti Ketua Umum DPP Partai Golkar Lampung, Setya Novanto (Setnov) yang sekarang sedang dibui KPK lantaran terlibat permasalahan tindak pidana korupsi,” tutur koordinator kelompok pro Alzier, Indra Karyadi dihadapan puluhan wartawan media cetak dan elektronik.

Berdasarkan keterangan dari mantan Ketua DPRD Lampung, sekarang terjadi dualisme kepemimpinan DPD Partai Golkar Lampung. Dimana yang satu dibawah pimpinan M. Alzier Dianis Thabranie melalui SK DPP GOLKAR Nomor : KEP-69/DPP/GOLKAR/XII/2015 masa bhakti 2015-2020 tanggal 29 Desember 2015. SK ini ditandatangani Ketua Umum, Aburizal Bakrie dan Sekretaris Jendral, Idrus Marham.

Lalu yang kedua dibawah pimpinan Arinal Djunaidi melalui SK. No. 249/DPP/Golkar/IX/2017 tanggal 6 September 2017 yang ditandatangani Setnov dan Idrus Marham sebagai Sekretaris Jenderal DPP PG.

Hadir pada juga puluhan pengurus DPD Partai Golkar Lampung. Yakni Taren Sembiring, A. Rio Teguh, Nurcholis, Subhan Effendi, Kartubi, Roni, Subadra Yani, Yanada JP, Romi Husin, Asep Yani, Obon, Edy Supanto, dan puluhan pengurus lainnya.

Sebelumnya Alzier menandaskan pihaknya terus merapatkan barisan menyongsong kegiatan munaslub DPP Partai Golkar. Ini menyusul keluarnya Surat Perintah Penahanan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terhadap Ketua Umum DPP Partai Golkar, Setya Novanto.

“Nantinya saya akan memakai SK DPP GOLKAR Nomor : KEP 69/DPP/GOLKAR/XII/2015 masa bhakti 2015-2020 tanggal 29 Desember 2015.

SK ini ditandatangani Ketua Umum, Aburizal Bakrie dan Sekretaris Jendral, Idrus Marham. SK ini yang akan kami pakai dan sah menghadapi munaslub yang akan datang,” tutur Alzier.

Menurut Alzier, SK hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) yang memutuskan Arinal Djunaidi sebagai Ketua DPD Golkar Lampung dengan cara melengserkan dirinya tidak syah. Banyak mekanisme yang dilanggar. Sehingga hasil keputusan musdalub DPD Partai Golkar Lampung otomatis tidak berlaku dan kembali ke SK DPP Golkar Nomor KEP-69/DPP/GOLKAR/XII/2015.

Misalnya urai Alzier, kekeliruan prosedur yang dilanggar ialah tidak dijalankan keputusan musdalub. Termasuk kebijakan yang diambil formatur, yang saat itu dirinya  termasuk didalamnya.

“Seperti penetapan Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Lampung yang tidak di SK-kan. Padahal jelas keputusan formatur. Lalu penetapan nama personil pengurus DPD Golkar Lampung yang tak sama dengan keputusan formatur. Ini semuanya dilanggar dan jelas tidak benar. Belum lagi hasil keputusan musdalub lain,” tandas alzier.

Atas kejadian ini, Alzier nyatakan sudah melapor kepada sesepuh Golkar, H. Yusuf Kalla. Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Kepada Ketua Harian DPP Partai Golkar, Nurdin Halid serta Sekjen, Idrus Marham.

Berita Terpopuler

Katokito adalah portal yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman. Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sepekan, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara.

Copyright © 2018 katokito.

To Top