Berita

DINAMIKA PARTAI GOLKAR 2017

KatoKito.com – Tahun 2017 Dinamika politik internal yang dipertontonkan Partai Golongan Karya (GOLKAR) terhadap Public Politik Tanah Air begitu menyita banyak perhatian, dalam perjalanan tahun ini begitu dinamis pergerakan di dalam tubuh Partai berlambangkan Pohon Beringin dengan perisai Padi dan Kapas tersebut.

Pergerakannya menjadi gunjingan sampai ke segenap pelosok negeri, sebagai bahan perbincangan dan diskusi mulai dari hotel berbintang hingga ke kedai kopi sekalipun, selepas Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) 2016 bersatunya Partai GOLKAR yang tadinya terbelah menjadi 2 kubu. Pergerakannya diawal tahun 2017 bak pelor yang dimuntahkan dari senjata kharismatik Perang Dunia ke II AK-47, dimulai dengan konsolidasi organisasi dengan semangat “SOLID TERKONSOLIDASI, EFEKTIF MENGEMBAN MISI, BERJAYA DIKALA PEMILU”

Mesin Partai GOLKAR bergerak kencang tak tertahan dan menakutkan bagi Partai-Partai lain sebagai pesaing politiknya. Pertarungan POLITIK 2017 dalam Pemilihan Kepala daerah (PILKADA) serentak 15 Februari 2017, Partai GOLKAR langsung menunjukkan kelasnya. Bahwa GOLKAR bukanlah musuh bagi Partai-Partai Politik lainnya, dengan meraih kemenangan lebih dari separuh pertarungan Wilayah Pemilihan.

Dari 101 Wilayah Pemilihan (7 Provinsi, 18 Kota, 76 Kabupaten), GOLKAR menguasai 51 Wilayah (2 Provinsi, 9 Kota, 40 Kabupaten) dengan Persentase kemenangan 50,50%, disusul Partai Demokrat 46,53%, Partai NASDEM 43,56% dan baru diikuti PDIP 42,57%, cukup menakutkan bagi para Elite Politik Tanah Air.

Sementara itu para pendekar-pendekar GOLKAR yang ada di Senayan cukup tangguh mengawal berbagai keputusan startegis untuk kepentingan Bangsa dan Negara dengan ditetapkannya Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU PEMILU) menjadi Undang-Undang, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU) Organisasi Kemasyarakatan (ORMAS) menjadi Undang-Undang dan Undang-Undang Perpajakan.

Peran Politik Partai GOLKAR kembali terlihat untuk Bangsa Indonesia dikala Negara sudah mulai diseret terlalu ke kiri dengan dominasi blok Sosialis dan keutuhan NKRI terancam, GOLKAR harus mampu menjadi penyeimbang di mana dalam Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) II 21-23 Mei 2017 di Balikpapan, salah satu point penting yang diputuskan adalah “ PARTAI GOLKAR MENDUKUNG KEBIJAKAN PRESIDEN DEMI KEPENTINGAN RAKYAT DAN MEMPERTAHANKAN NKRI DALAM IDIOLOGI PANCASILA” dengan kehadiran Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Wakil KAPOLRI Komjen Pol Syafruddin yang sempat menjadi pembicara.

Pergerakan mesin Politik Partai GOLKAR ini tentunya sangat menghawatirkan bagi musuh politiknya, sehingga berbagai permasalahan-permasalahan lamapun dimunculkan, mulai dari permasalahan Pengadaan Al-Quran, e-KTP, hingga permasalahan-permasalahan kader Partai GOLKAR di derahpun menjadi incaran lawan politik Partai GOLKAR. Kader daerahpun menjadi sasaran dan incaran dengan prahara fee proyek Gubernur Bengkulu, suap Pengerjaan Pembangunan Infrasruktur Bupati Batubara, penerimaan suap Walikota Cilegon hingga gratifikasi Bupati Kutai Kartanegara. Partai GOLKAR sangat terpojok dan harus mengeluarkan energy yang luar biasa untuk bertahan membendung opini public dengan ditetapkannya Ketua Umum Setya Novanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) yang ke dua kalinya sebagai tersangka kasus korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Dalam kondisi yang kritis tersebut Partai GOLKAR tetap menunjukkan kelasnya, layaknya seorang pembalap berkelas Valentino Rossi yang berhasil melewati berbagai tikungan tajam yang menantang dengan kepiawaiannya, tanggal 15 Oktober 2017 Partai GOLKAR secara resmi mendaftar sebagai Calon Peserta PEMILU 2019 Ke KPU-RI dan menjadi Partai tercepat menyelesaikan checklist kelengkapan penerimaan berkas pendaftaran dalam Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) dengan jumlah keanggotaan yang jauh melebihi syarat minimal yang ditetapkan. Dan pada tanggal 14 Desember 2017 KPU-RI menyatakan Partai GOLKAR bersama 11 Partai Politik lainnya melaju ke Tahap Verifikasi Faktual dari 14 PARPOL kloter pertama yang masuk Tahap Penelitian Administrasi. Sebagai bagian dari Tahapan Proses Pendaftaran PARPOL Peserta PEMILU 2019.

Titik klimaks dari berbagai intrik politik yang mengancam kelangsungan Partai GOLKAR, harus diselesaikan dengan MUNASLUB yang harus diputuskan, dipersiapkan dan dilaksanakan dalam waktu yang sangat singkat, semua menjadi challange bagi seluruh Kader Partai GOLKAR, mengingat awal tahun 2018 ini sudah memasuki Tahun Politik. Semua dapat dilalui dengan hasil yang optimum seperti menarik rambut dalam tepung dan menjadi catatan sejarah baru sebagaimana yang disampaikan Bapak Wakil Presiden Dr.(H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla pada kesempatan menutup MUNASLUB Partai GOLKAR, dalam 3,5 tahun GOLKAR mempunyai 5 Ketua Umum (Ir. H. Aburizal Bakrie, H.R. Agung Laksono, Drs. Setya Novanto, Dr. Drs. M. Idrus Marham, MSc dan Ir. Airlangga Hartarto, MBA, MMT).

Berita Terpopuler

Katokito adalah portal yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman. Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sepekan, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara.

Copyright © 2018 katokito.

To Top