Berita

Era Kepemimpinan Dodi Reza Alex, MUBA Serahkan LKPD 2017 Tercepat Se-Indonesia

KatoKito.com  – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dibawah kepemimpinan Dodi Reza Alex Noerdin semakin baik di mata nasional. Setelah meraih rekor tercepat dalam pengesahan APBD 2018, kali ini Muba menjadi yang tercepat se-Indonesia dalam Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017.

Laporan keuangan Pemkab Muba Tahun Anggaran 2017 diserahkan langsung oleh Bupati Dodi Reza Alex Noerdin kepada badan pemeriksa keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Sumsel, Senin (29/1/2018).

Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sumsel, Maman Abdulrachman, yang menerima laporan itu mengapresiasi Pemkab Muba yang sudah menyerahkan laporan keuangan itu sebesar Rp2,8 triliun.

“Muba ini dikenal sebagai daerah paling cepat se-Indonesia yang sudah menyampaikan laporan keuangan TA 2017,” tandas Maman.

Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang saja setiap pemerintah daerah, baik tersebut gubernur/wali kota/bupati diberikan batas waktu untuk menyampaikan laporan keuangan TA 2017 tiga bulan kemudian atau tepatnya pada 29 Maret mendatang.

“Ini capaian yang luar biasa. Total yang dilaporkan ini Rp2,8 triliun di Januari. Ini satu-satunya di Indonesia yang pernah terjadi. Kami tentunya merasa sungguh bangga,” kata dia.

Ia memaparkan, kalau hanya mempunyai dua  kecamatan dengan Anggaran Penghasilan Belanja Daerah (APBD) yang tidak besar, wajar laporan bisa disampaikan dengan cepat. Namun, dia memaparkan, itu berbeda dengan Muba yang mempunyai empat belas kecamatan dengan APBD senilai Rp2,8 triliun dan menyerahkan laporan secara cepat itu sungguh sangat luar biasa.

“Biasanya paling tidak cepat Maret 2018 nanti. Ini sudah usai. Dengan ini semoga opini wajar tanpa dispensasi terbaik yang dicita-citakan Bupati Dodi dapat tercapai. Sekali lagi kami sungguh mengapresiasi usaha Pemkab Muba ini melalui komando Bupati Muba H Dodi Reza Alex,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex menyebutkan ada 7  poin yang dilaporkan ke BPK RI Perwakilan Provinsi Sumsel. Poin tersebut dikenal sebagai laporan realisasi anggaran. laporan perubahan saldo anggaran lebih, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, dan catatan atas laporan keuangan.

“Tujuh poin pelaporan ini kita lampirkan dalam penyerahan pelaporan hari ini. Semoga hasilnya nanti dapat peraihan opini WTP,” harap Dodi.

Berita Terpopuler

Katokito adalah portal yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman. Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sepekan, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara.

Copyright © 2018 katokito.

To Top