Berita

Puncak Cita-cita Pengabdian, Dodi Reza Alex

KatoKito.com – Catatan komisi pemberantasan korupsi KPK bahwa dalam 11 tahun terakhir sedikitnya ada 18 gubernur dan 78 kepala daerah berurusan dengan KPK . Lebih dramatis lagi catatan kementrian dalam negeri, dalam kurun 2004 sampai 2017 sebanyak 392 tersangkut kasus hukum, terbanyak, 313 adalah kasus korupsi.

Pada ajang pemilihan kepala daerah serentak (pilkada) 2018 di 171 daerah kali ini, menarik untuk di kaji apakah figur calon kepala daerah yang akan terpilih merupakan sosok-sosok berbeda dengan pimpinan kepala daerah sebelumnya.

Tentunya setiap calon kepala daerah akan memaparkan program hebat yang pro kerakyatan, berjanji memberantas korupsi, akan melakukan lompatan pembangunan, mensejahterakan rakyat dan seterusnya dan sebagainya.

Tetapi kami lebih tertarik untuk mengupas lebih personal mengenai visi dan misi seorang tokoh calon kepala daerah terhadap dirinya (kepribadiannya). Mampukah figur itu memenuhi kriteria ideal untuk menjadi seorang pemimpin, karena tentunya kesiapan personal seorang tokoh untuk menjadi pemimpin akan menjamin terlaksananya program yang dijanjikan selama masa kampanye agar  tentunya pada masa kepemimpinan-nya pun akan mampu menghindari praktek praktek kotor dan terjerat kasus korupsi seperti latar kami di atas.

Selain itu, rekam jejak rintisan karir personal, pendidikan juga kami rasa sebagai faktor penentu kualitas calon figur pemimpin yang diharapakan mampu bekerja tidak hanya keras, tetapi juga bekerja dengan cerdas.

Pada kesempatan lalu kami mendapat kesempatan untuk mewawancarai salah satu calon kuat gubernur Sumatera selatan, calon gubernur muda yang juga putra dari gubernur Sumatera Selatan periode ini, Dodi Reza Alex Noerdin.

– Pak Dodi ; Sebagai pribadi tentunya anda memiliki visi untuk diri anda sendiri dan tentunya juga dibutuhkan motivasi yang kuat untuk sampai pada titik saat ini, apa motivasi yang mendasari untuk terus bergerak maju?

– Tepat sekali, untuk terus bergerak maju diperlukan dorongan yang kita kenal dengan motivasi. Sederhana saja, sebagaimana Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk tetap terus menjadi baik, semakin baik dari waktu ke waktu.

Motivasi itu saya rasa ada dua, motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi internal muncul dari dalam diri dan eksternal sebaliknya, bisa lingkungan dari saudara, teman dan sebagainya. Orang yang selalu bergerak maju biasanya memiliki motivasi internal yang kuat , tidak hanya tergantung kepada motivasi eksternal. Kalau istilah keren-nya memiliki ” long life motivation”.

– Lalu bagaimana anda menciptakan motivasi internal itu dalam diri anda ?

– Tentunya setiap orang memiliki cita cita, impian dalam hidupnya, tidak terkecuali saya. Cita-cita itulah yang menjadi motivasi internal yang menuntun saya untuk terus berbenah. Secara sistematis saya memiliki daftar impian yang menanti untuk diwujudkan. Dengan memliki daftar setidaknya kita telah melalui separuh jalan untuk meraih impian.

– Sejauh apa motivasi eksternal mempengaruhi perjalanan anda?

– Saya menjaga keseimbangan antara keduanya, lingkungan, keluarga, kawan juga rekan kerja. Karena untuk maju kita tentu membutuhkan dukungan dari semua, kita bisa maju tidak hanya karena kemampuan diri kita sendiri.

– Kami mencermati isu di masyarakat yang mengatakan bahwa ; keberhasilan anda tak bisa dipisahkan dari pengaruh orang tua, gampangnya, anda wajar saja bisa berhasil, karena anda didukung berbagai fasilitas yang memudahkan. Dalam study pun demikian, anda tergambar sebagai anak seorang pejabat dengan segala kemudahan fasilitas. Apa benar demikian?

– Ha ha ha, waduh, ini sepertinya agak panjang untuk menjawabnya, tetapi hal ini penting untuk saya uraikan agar tak menjadi salah persepsi berkepanjangan. Mungkin perlu di ingat, saya selalu dikatakan sebagai cagub muda, tapi sebenarnya tidak muda..muda sekali kok, usia saya saat ini menginjak 47 tahun, usia yang cukup.

Awal kali saya keluar negeri adalah saat saya menerima beasiswa dari Depdikbud RI , Program Pertukaran Pemuda ke Canada, saat itu saya masih di bangku SMA, nol biaya loh.

Mengawali kuliah diluar negeri itu, kurang lebih tiga puluh tahun yang lalu, dan ayah saya tentunya masih belum sebagai pejabat, beliau juga masih merintis karir di pemerintahan.

Untuk meringankan biaya hidup tentunya saya bekerja paruh waktu, terkadang saya membantu di resto-resto setempat, mengantar koran, dan saya pernah dalam waktu yang cukup lama menjadi cleaning servis di apartemen dan banyak lagi lah pekerjaan paruh waktu yang bisa kita kerjakan, hasilnya bagus kok.

Jadi tentunya bisa anda simpulkan, sangat tidak mungkin jika hanya mengandalkan uang kiriman, bisa bisa jebol saku baju juga celana, he he. Sehingga rasanya tidak benar jika ada anggapan yang mengatakan demikian.

Saya sedikit sambungkan dengan jawaban di atas akan pentingnya menyeimbangkan motivasi internal dan exsternal. Alhamdulilah pak Alex mendidik saya dengan kemandirian karena untuk study di luar negeri itu butuh tekad yang kuat dari dalam diri, bukan hanya perkara fasilitas .

Satu contoh sederhana saja, jika di Palembang kita mudah menemukan makanan enak di setiap tempat, di luar negeri makanan terasa hambar bagi lidah kita. Belum lagi menyangkut Akademik Report yang lebih banyak, dan pola study yang menuntut kemandirian, sehingga amat dibutuhkan kecermatan dan fokus pada tujuan. Apalagi dalam situasi saat itu yang mengharuskan saya untuk bekerja paruh waktu agar mengahasilkan uang untuk meringankan biaya hidup.  Alhamdulilah dengan menyeimbangkan kedua motivasi tadi, juga ikhtiar dan doa, semua mampu saya lewati dengan baik.

Saya berhasil lulus sebagai sarjana ekonomi di Belgia dengan predikat Grende Distinction atau High Honor dan Skripsi saya pun meraih Banque Bruxelles Lambert Prize Award sebagai karya skripsi ter baik se Belgia. Pada jenjang S2 saya lulus dengan predikat Magna Cumlaude dan percayalah, tidak mudah untuk melaluinya, butuh perjuangan untuk dapat meraih itu semua.

– Lalu apa yang mendorong anda untuk terjun meniti karier di Politik?

– Saya akan jawab dengan singkat saja ; Pengabdian. Puncak dari cita cita saya adalah bagaimana saya dapat menyumbangkan ilmu, fikiran, tenaga dan diri saya agar bermanfaat bagi masyarakat banyak khususnya masyarakat Sumsel saat ini . Saya rasa demikian. [Sumber]

Berita Terpopuler

Katokito adalah portal yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman. Media online ini diperbaharui selama 24 jam dalam sepekan, dan secara kreatif mengawinkan teks, foto, video dan suara.

Copyright © 2018 katokito.

To Top